Pantai Beringgis,Papar
Atas pasir aku tulis ketenangan,
Melihat anak-anak lagi bermain sambil menunggu bokap pulang
menbawa hasil dari laut.
Banding di Kota aku cuma lihat kekusutan,
Hutan konkrit sana sini,
Golongan kantor dengan proposal projeknya,
Para pengemis dengan mangkuk syilingnya,
Dan para anjing dengan seragamnya cari makan.
Hidup terlalu sukar untuk difahami,
Terlalu banyak muslihat,
Terlalu banyak pancaroba,
Jika tidak guna otak,
Langsung sesat tiada jumpa jalan keluarnya.
Haaaa~.. Terlalu banyak ragam hambaMu ya Allah,
Para elit politiknya sibuk bersorak kemenangan,
Para demonstrannya sibuk menyuarakan hak mereka,
Dan para banci-bancinya sibuk diganyang oleh pelanggan.
Pokok tumbang tempat aku duduk bertafakur,
Melihat kebesaran yang Maha Esa,
Pantai,
Pasir,
Laut,
Angin,
Pulau...
Sungguh tenang rasanya dipukul bayu,
Aku seolah sudah terasing dari graviti alam,
Terapung bertilamkan angin,
Asyik sekali,
Mengibas tangan dan kakiku bebas,
Aku tersenyum,
Merasakan aku bisa terbang seperti burung.
Tok Janggut
Pantai Beringgis
(6.23 p.m)
17 Julai 2011
No comments:
Post a Comment