Saturday, 26 November 2011

Tidak Seempuk Sofa Awan


Dunia ini memang sudah tiada rasionalnya,
Memang tidak seempuk sofa awan,
Mungkin suda tiba masa kita mencari resolusi
untuk mewujudkan revolusi.

Aku ingin keluar dari dimensi ini,
Untuk mencari pancasila,
Saat aku menutup mata
dan menyebarkan akar-akar pemikiranku,
Tanpa mempedulikan samada kaki aku
menjejak tanah atau tidak.

biarkan ia melarat..,
biar merebak..,
biar terbang ditiup angin..,
ditiup ke sana sini,
biar ke utara,
biar ke selatan,
biar ke timur,
biar ke barat,
biar ke mana saja.

Mengertilah...,
Lepaskanlah dirimu dari kesengsaraan ini,
Kerana kesengsaraanmu di hadapan
sana belum kau ketahui.

Tok Janggut
(9.34 pm)
26 november 2011

Friday, 18 November 2011

Terpisah

Terpisah,
Berpisah,
Memisahkan,
Terlepaslah ia dari rangkulanku,
Terpisahlah ia dari pelukanku,
Saat sentuhan hilang dari deriaku,
Lalu hilang..,
Pecah menjadi zarah-zarah kecil,
Inginku cantum semula menjadi nikmat,
Penuh teliti...,
Keringat jantan mengalir,
Mereka ketawa,
“itu kerja bodoh”,
Aku tak peduli,
Aku yakin ini pasti terbentuk lagi.

Hilang sudah rasa penatku,
Hilang sudah putus asa,
Semua itu sudahku kepalkan menjadi semangat
para pahlawan-pahlawan yang menang dalam perang,
tiada lagi alasan untuk berundur,
tiada lagi alasan untuk mengadu,
tiada lagi alasan untuk menangis,
semua sudah jadi takdir yang perlu aku teruskan,
biar sampai mati....,
aku tidak akan  berhenti.

Tok Janggut
(10.04 pm)
18 November 2011

Saturday, 20 August 2011

Ain

Hati~.. Memilih agar tangan kita
dapat menggenggam erat,
Tetapi kenyataan memilih agar kita
ada jarak,
Apa daya kita?,
Mungkin kau tidak merasakan
ini sukar,
Atau Cuma aku yang beranggapan begitu?.

Sayap-sayap ini bisa patah jika
kita memaksa ia terbang,
Mengapa perlu ada keterbatasan ini?,
Adakah mungkin kita diuji agar jangan
memperkecilkan benda kecil?,
Atau mungkin sudah termaktub dalam
buku takdir, bulan tidak bisa berdekat
dengan matahari.

Tok Janggut
(11.15 p.m)
20 ogos 2011

Komuniti Memimpin Dan Dipimpin

Harap atas harap,
Berharap sebelum diharap,
Menuding sebelum dituding,
Menginjak sebelum diinjak,
Merayu sebelum dirayu.

Tikam atas tikam,
Menikam sebelum ditikam,
Memfitnah sebelum difitnah,
Menganyang sebelum diganyang,
Memanipulasi sebelum dimanipulasi.

Kau dan aku adalah sama,
Aku dan kau adalah sama,
Kau jadilah aku...
...sebelum aku jadi kau.

Tok janggut
(9.01 p.m)
20 ogos 2011

Saturday, 6 August 2011

Peri Kecilku

Kau adalah peri kecilku yang kesepian,
Terbang dengan sayapmu yang kembang dan
mempesona,
Tapi kasihan~.. kau menunggu saat matimu sendirian,
Tiada yang mahu menemani,
Sekeliling kosong,
Nyawamu terletak pada doa anak-anak kecil
yang masih mempercayai kewujudanmu,
Selagi fantasi mereka masih ada,
Cahayamu tidak akan pernah hilang.

Peri kecilku,
Kau harus percaya sesuatu,
Kehidupan ini penuh kejutan,
Kepalkan prinsipmu,
Kerana keinginan tidak selalunya
sehaluan dengan kenyataan,
Kerana kenyataan selalu dikhayalkan,
Dan khayalan dinyatakan..,
sesalkan yang Cuma perlu kau sesalkan.

Peri kecilku sayang,
Jangan jadikan keterbatasan itu
penjara buatmu,
Jangan jadikan dinding itu penghalang buatmu,
Jadikanlah ia pelangi tempat kau taburkan
benih cinta agar ia mekar di dalam hati
manusia di bumi ini,
Jadikanlah makhluk ini agar saling menyayangi,

Bukan memusuhi.

Tok janggut
(1.40 p.m)
7 ogos 2011

Tuesday, 2 August 2011

Jabatmu Jabatan palsu

Tanganmu kotor penuh lumpur,
Lumpur yang kau pungut di tanah orang,
Tetapi kau masih tersenyum mahukan tangan
Kau disambut,
Jabatmu penuh muslihat,
Terpancar gamma Iblis di mata hitammu,
Penuh muslihat.

Jabatmu jabatan palsu,
Kau menjanjikan syurga,
Kau menjanjikan gunung,
Kau menjanjikan bahagia,
Tanpa ragu-ragu penuh makna.

Bangsat!!,
Kau pencetus kerosakan kedinginan
Malam,
Kau punca keretakan dinding budaya,
Kau lah pemilik lidah bercabang,
Kerana kau penjabat palsu.

Tok Janggut
(11.07 p.m)
2 ogos 2011

Monday, 18 July 2011

Mikrofon Cinta


Ini adalah mikrofon cinta,
Aku nyanyikan setiap impian dalam lagu,
Secawan kopi dan asap rokok tidak pernah jemu menemani aku berkarya,
Tune gitar tidak selalu menghampakan,
Waktu memberi aku idea dan tiada cemburu dalam putarannya,
Lalu aku deklamasikan melalui vibrato suara.

Tok Janggut
(5.51 a.m)
9 julai 2011

Sunday, 17 July 2011

Sejenak

Pantai Beringgis,Papar


Atas pasir aku tulis ketenangan,
Melihat anak-anak lagi bermain sambil menunggu bokap pulang
menbawa hasil dari laut.
Banding di Kota aku cuma lihat kekusutan,
Hutan konkrit sana sini,
Golongan kantor dengan proposal projeknya,
Para pengemis dengan mangkuk syilingnya,
Dan para anjing dengan seragamnya cari makan.

Hidup terlalu sukar untuk difahami,
Terlalu banyak muslihat,
Terlalu banyak pancaroba,
Jika tidak guna otak,
Langsung sesat tiada jumpa jalan keluarnya.

Haaaa~.. Terlalu banyak ragam hambaMu ya Allah,
Para elit politiknya sibuk bersorak kemenangan,
Para demonstrannya sibuk menyuarakan hak mereka,
Dan para banci-bancinya sibuk diganyang oleh pelanggan.

Pokok tumbang tempat aku duduk bertafakur,
Melihat kebesaran yang Maha Esa,
Pantai,
Pasir,
Laut,
Angin,
Pulau...
Sungguh tenang rasanya dipukul bayu,
Aku seolah sudah terasing dari graviti alam,
Terapung bertilamkan angin,
Asyik sekali,
Mengibas tangan dan kakiku bebas,
Aku tersenyum,
 Merasakan aku bisa terbang seperti burung.

Tok Janggut
Pantai Beringgis
(6.23 p.m)
17 Julai 2011

Saturday, 16 July 2011

Cinta Kita

Langit,
Bumi,
Angin,
Waktu,
Jasad...
Semua jadi saksi,
Inikah cinta??,
Ya~.. Terlalu indah,
Biar waktu mencemburui,
Biar jarak memisahkan,
Terasakan ia dekat..
Ya! Kalian juga boleh merasakan,
Bagai embun... Jatuh menitik,
Ya~.. Memang segar.. Terasa suci,
Seperti cinta Yon untuk Kartini...,

Waktu itu, semua milik kau,
Angin tempat kau mengirim khabar,
Suara air sungai tempat kau karang lagu..
Dan kau mahu terus begitu.

tok janggut
(11.04 p.m)
30 jun 2011

penasaran

Dunia ini terlalu sukar untuk aku mendalami,
Seperti orang...,
Apakah masih perlu aku tunggu?,
Menanti? Jawapan yang aku cari,
Minit-minit itu aku hitung putarannya,
Duduk terdiam dan terus berdiam,
...sindiran suara-suara kecil mentertawakan aku,
Malu,
Menyampah,
Mengalah,
Bercantum dalam otak lembab dan hati aku,
Berertikah aku??
Atau aku sudah cukup waktu dan disuruh berhenti??

tok janggut
(3.43 a.m)
27 jun 2011

Parasit

Kau cuma parasit kecil bagi aku,
Dengan sebarkan mazhab-mazhab karut untuk
organisasi tahimu,
Cakap hanya untuk makan.

Tidak sedarkah kau juga melawan graviti alam?,
Pancunglah kepalamu dan humban ke gaung,
Kerna jika kau tanya aku, jawapan aku
"LAWAN!!"..

tok janggut
(5.23 a.m)
29 jun 2011

herbmachinegun

Suasana inikah yang aku rindu?,
jauhkan kaki dari jejak tanah,
setelah semusim meredah kota terhalal,
lalu baring di tengah padang gersang,
pandang ke langit mencari sabda alam.

Suasana inikah pula kau rindu?,
mengasingkan diri dari kesibukanmu,
memandang kota manis dari asalmu,
lalu bulan bintang kau jadikan temanmu,
dan unggas-unggas itu jadi musik malammu.

Suasana inikah yang kita rindu?,
melatih jari dari menggeletar,
niat tekad melempar emosi sial,
untuk melayan kehendak perasaan segar,
senyum tawa tanpa rasa menyesal.

tok janggut
papar (1.24 a.m)
24 jun 2011

bengang si bangang

Hati resah campur radang,
Otak penuh dengan persoalan,
Apa itu penting buat KITA??,
Menanti musibah yg bakal datang.

tok janggut
21 jun 2011

(kita seringkali mengambil berat tentang hal orang lain,dalam erti kata lain "menyibuk". Ya! ini adalah term yang paling sesuai untuk kita...kita cuba mencari nilai-nilai dalam diri kita untuk membantu orang sekeliling, ya! Itu bagus kerna kita juga masih punya hati nurani..)