Friday, 18 November 2011

Terpisah

Terpisah,
Berpisah,
Memisahkan,
Terlepaslah ia dari rangkulanku,
Terpisahlah ia dari pelukanku,
Saat sentuhan hilang dari deriaku,
Lalu hilang..,
Pecah menjadi zarah-zarah kecil,
Inginku cantum semula menjadi nikmat,
Penuh teliti...,
Keringat jantan mengalir,
Mereka ketawa,
“itu kerja bodoh”,
Aku tak peduli,
Aku yakin ini pasti terbentuk lagi.

Hilang sudah rasa penatku,
Hilang sudah putus asa,
Semua itu sudahku kepalkan menjadi semangat
para pahlawan-pahlawan yang menang dalam perang,
tiada lagi alasan untuk berundur,
tiada lagi alasan untuk mengadu,
tiada lagi alasan untuk menangis,
semua sudah jadi takdir yang perlu aku teruskan,
biar sampai mati....,
aku tidak akan  berhenti.

Tok Janggut
(10.04 pm)
18 November 2011

No comments:

Post a Comment